Kimchi, Kuliner Khas Korea Selatan

Kuliner Khas Korea Selatan – Kimchi merupakan makanan yang berjenis asinan dari sayuran hasil dari fermetasi yang di berik bumbu peds, makanan yang satu ini menjadi makakan khas Koresa Selatan yang sangat terkenal. Proses pembuatannya pun tidak lah sulit untuk di lakukan, setelah sayuran di garami dan di cuci bersih. Sayuran langsi di campurkan dengan beberapa campuran bumbu yang di buat dari udang krill, kecap ikan, bawang putih, jahe dan juga bubuk cabai merah.

Baca juga:

 Resep Makanan Khas Indonesia, Asam Padeh Ikan Tongkol

Resep Makanan Khas China, Bakpao Kukus

Untuk membuat Kimchi sendiri pun memerlukan beberapa jenis sayuran tertentu, namun sayuran yang paling tepat dan sangat sering di gunakan adalah sawi putih dan lobak. SrDi Korea, kimchi selalu dihidangkan di waktu makan sebagai salah satu jenis banchan yang paling umum. Kimchi juga digunakan sebagai bumbu sewaktu memasak sup kimchi (kimchi jjigae), nasi goreng kimchi (kimchi bokkeumbap), dan berbagai masakan lain.

Berbagai varian dari Kimchi:

  • Baechu Kimchi
  • Kkakdugi Kimchi
  • Gat Kimchi
  • Oisobagi Kimchi
  • Buchu Kimchi

Saejarah Kimchi

Literatur tertua yang memuat tentang kimchi adalah buku puisi Tiongkok berjudul Sikyeong. Pada waktu itu, kimchi disebut “Ji” sebelum nantinya dikenal sebagai “chimchae”. Asinan berwarna hijau merupakan bentuk awal kimchi sewaktu cabai belum dikenal di Korea. Setelah dicampur dengan garam, sayuran seperti kubis dimasukkan ke dalam guci tanah liat setelah diberi garam, dan dipendam di dalam tanah sebagai persediaan makanan sewaktu sayuran segar tidak tersedia di musim dingin. Orang Korea baru mengenal cabai berkat jasa pedagang Portugis dari Jepang yang datang ke Korea pada abad ke-16.

Pedagang Portugis menyebarluaskan cabai ke seluruh dunia. Kapal-kapal Portugis berlayar melewati Tanjung Harapan di Afrika hingga sampai di India pada tahun 1498. Selanjutnya, cabai asal Amerika Selatan dibawa ke Asia melalui berbagai pelabuhan di Afrika atau langsung menyeberangi Samudra Pasifik. Pada tahun 1540, pedagang Portugis sudah berdagang di Indonesia dan cabai dibawa ke Tiongkok beberapa lama kemudian. Pedagang Portugis baru sampai di Jepang dan Korea pada tahun 1549. Filipina mendapat giliran mengenal cabai pada tahun 1564 sewaktu dilewati jalur perdagangan kapal Spanyol yang membawa cabai ke kepulauan Melanesia dan kawasan Mikronesia.

Resep asinan sayuran dan labu sudah dimuat dalam buku resep terbitan tahun 1670, tetapi tidak menggunakan cabai. Di dalam catatan sejarah abad ke-17 ditulis tentang 11 jenis kimchi, sedangkan cabai sebagai bahan kimchi mungkin baru populer bertahun-tahun kemudian (menurut perkiraan 200 tahun kemudian). Sebelum abad ke-19, kimchi hanya dibuat dari sayuran asli Korea karena sawi putih kemungkinan besar tidak dikenal di Korea sampai abad ke-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *